Lukisan yang tertera tahun 2016 itu diselesaikan tepat pukul 02.00 Wib di sebuah teras samping saat pelukis mengisi waktu bergadang.

Pro kontra tentang lukisan tersebut hingga kini masih terdengar samar namun dengam senyum sang pelukis menanggapi kewajaran akan hal tersebut.

Itu adalah karya seni yang mungkin tak semua orang bisa melampiaskan rasa pada sebuah kanvas.

Biarkan apa kata orang sebab orang lain hanya bisa menilai dan kita harus legowo atas penilaian orang terhadap hasil karya.

Dan dari sekian banyak lukisan hanya tinggal satu yang masih tetap setia berada di dinding ruang tamu.

Lain pula dengan Devi saat masuk ke rumah langsung disuguhi pemandangan sebuah lukisan abstrak berlatar warna hijau itu.

Baca Juga  Air Mata

Devi merasakan bulu bulu halus di tubuhnya berdiri seakan lukisan tersebut menyambutnya dengan kata kata yang dilampiaskan dari kedua bola mata seorang perempuan setengah baya pada lukisan tersebut.

Ada apa dengan lukisan itu?

Hanya sang pelukis yang dapat mengartikan makna yang sesungguhnya.

Walahualam bissawaf, semoga hasil karya seni lukis tersebut hanya diarti kan sebagai sebuah hasil karya seni.

Wassalam, Yoelch.