Kerusakan Ekologi: Antara Keserakahan dan Ekonomi
Data deforestasi di atas bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti bencana alam dan kerusakan karena ulah manusia, manusia sering terjebak merusak harmoni dengan hutan dan mengabaikan kesimbangan alam, serta kurangnya kemauan menggali potensi ekonomi lainnya, kerusakan ekologis mengacu pada pendekatan pembangunan yang tidak berkelanjutan (unsustainable), di mana fokus utama seringkali pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek melalui eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan seperti perambahan hutan secara ugal-ugalan, tanpa mempertimbangkan diversifikasi ekonomi jangka panjang atau biaya lingkungan yang menyertainya.
Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh model konsumsi yang berorientasi pada profit semata dapat menciptakan siklus yang dapat merusak. Ketika masyarakat terdorong untuk meningkatkan standar hidup mereka melalui konsumsi barang dan jasa, dorongan ini sekaligus juga memicu peningkatan permintaan terhadap sumber daya alam. Akibatnya eksploitasi sumber daya alam meningkat menuju tidak terkendali, maka dapat dilihat kerusakan yang diakibatkan semakin parah.
Hal ini tercermin dalam fenomena perubahan iklim yang dihasilkan dari peningkatan emisi gas rumah kaca, pencemaran tanah dan air, serta kehilangan keanekaragaman hayati, ujungnya terjadi bencana alam dan kerusakan di tatanan sosial, ekonomi dan ketahanan nasional.
Mengenai isu-isu lingkungan semakin meningkat, bencana alam akibat kerusakan ekologis semakin mengkhawatirkan, memerlukan penanganan holistik semua komponen untuk sinergi menyamakan persepsi bahwa terdapat potensi untuk penyelarasan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Dalam hal ini, sangat penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil tindakan tegas dan terarah untuk mengatur kegiatan ekonomi berkaitan ekologis yang berkelanjutan. Regulasi yang ketat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya dengan penuh tanggung jawab mengenai eksploitasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan.
Kita semua harus merubah paradigma berfikir kita mengenai pertumbuhan ekonomi dan mengambil langkah konkrit untuk mengejar pembangunan berkelanjutan, pentingnya pendekatan inklusif dan berkesinambungan, kita dapat menghindari kerusakan lebih lanjut terhadap bumi ini untuk memastikan masyarakat sekarang dan generasi mendatang dapat hidup dalam kemakmuran, berkelanjutan dalam lingkungan sehat dan seimbang.
Penting bagi kita semua menyadari bahwa ekonomi dan lingkungan tidak harus berada dalam posisi saling bertentangan. Terdapat alternatif untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, contohnya menerapkan ekonomi hijau, ekonomi biru bagi daerah maritim dan pembangunan terintegrasi, terarah berkelanjutan, dan tentunya sudah banyak kajian, penelitian holistik tentang hal tersebut, seharusnya dapat diterapkan secara serius untuk tujuan sustainable.
Kewajiban kita semua terus berupaya dan melakukan tindakan nyata diversifikasi ekonomi ramah eksploitasi sumber daya alam secara terukur. Kebijakan seperti ini bukan hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tetapi menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan, tatanan sosial yang sehat, kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional republik ini kuat terjaga.
