Ketika Guru Belajar Koding dan Kecerdasan Artificial
Lalu, bagaimana proses pembelajaran koding dan AI didaerah yang susah sinyal dan alat komputer? Melalui pelatihan ini semua terjawab. Ternyata ada aktivitas koding tanpa komputer, yang biasa disebut unplugged. Ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan yang mungkin dapat dilakukan di sekolah-sekolah yang keterbatasan sarana, misalnya sulit sinyal internet.
Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa belajar logika, memahami urutan perintah, dan berlath memecahkan masalah tanpa perlu komputer. Lebih dari itu, merka belajar bahwa teknologi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan jalan menuju masa depan.
Kegiatan ini memberikan ruang yang membawa guru merasakan pengalaman perbeda. Salah satu catatan penulis, bahwa inovasi teknologi bukan hanya milik kota besar saja.
Dukungan dari berbagai pihak, seperti KGTK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, serta SMP Negeri 1 Air Gegas yang menjadi lokus pelatihan, membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja.
Semoga ilmu yang didapatakan selama pelatihan dapat ditularkan pada rekan-rekan guru lainnya. Agar semakin banyak pendidik di daerah yang mampu memanfatkan teknologi dengan bijaksana.
Sebab pada akhirnya, masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh alat yang digunakan, tetapi juga oleh keberanian guru untuk terus belajar. Guru yang terus belajar adalah guru yang menyiapkan murid-muridnya menghadapi masa depan, bukan masa lalu.
Untuk mengakhiri kisah ini, saya ingin mengutip kata-kata Albert Einstein untuk menjadi renungan kita bersama.
“Belajarlah dari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk besok. Yang penting, jangan berhenti bertanya.”
