Oleh: Hening Cahaya
(untuk dr Rosa)

Waktu yang hilang.
Terseret putaran jarum jam.
Tidak akan kembali.
Hanya catatan kenangan.
Tersimpan mapan dalam perjalanan, asmara.
Kadang mengusik pikiran.
Seperti anak kecil bermain kembang api.
Berlari ke sana kemari di antara, percikan api.
Begitu indah seperti waktu itu, kita saling membutuhkan.
Saat api padam kecewa menggenggam dendam.
Mengumpat serapah kau muntah muntah.
Begitu menjijikan aku di hadapanmu.
Aku gelandangan pengembara hina.

Baca Juga  Di antara Ruang dan Waktu