Hujan, Maumu Apa
Kau rampas nikmatnya rasakan air hujan
Menggigil dingin berselimut lara
Menahan sakit tidak bersuara
Hujan, maumu apa
Bawa bencana bathinku
Merusak jaringan pikiranku
Yang tidak henti hentinya
Menutup langkahku
Dalam menghafal jejak adikku yang tinggal bayang bayang
Mimpiku pun tenggelam
Hanyut terbawa derasnya air hujan
Hilang bersama kenangan
Merawang awal Desember 2025 pagi hari
Halaman
1 2
