Negara adequat seperti Rusia-China berfungsi sebagai penyeimbang kekuatan AS melalui:

Veto strategis di DK PBB terhadap resolusi intervensi sepihak.

Diplomasi ekonomi via BRICS yang menawarkan alternatif pembiayaan bagi Global South.

Militer kontra-hegemoni seperti latihan bersama SCO mencegah agresi di Amerika Latin.

Diplomasi Multilateral ASEAN-G20

Indonesia di bawah Prabowo harus memimpin ASEAN menolak intervensi dengan koalisi G20, menekankan ICCPR Pasal 6 dan Piagam PBB Pasal 2(4). ICJ dapat menangani Venezuela sebagai preseden judicial review agresi, sementara Rusia-China memastikan penegakan hukum internasional tidak didominasi hegemon Barat.

Dampak Negatif Hegemoni AS

Intervensi Venezuela 2026 menggambarkan adanya hegemoni tak seimbang antara negara “kuat” dan “lemah” telah menghadirkan ketidakadilan secara hukum, ekonomi dan lain-lain. Dan kecenderungannya pola itu diulang oleh Amerika. Hal ini melemahkan Piagam PBB Pasal 2(4) dan menciptakan impunitas bagi kekuatan besar.

Baca Juga  Marwah Piala Adipura

Piagam PBB harus diselamatkan, negara di seluruh dunia harus bersatu melawan hegemoni Amerika ini_dan segera mencari solusi menjaga perdamaian global.

Peran Penyeimbang Multipolar

Negara China bisa mengambil inisiatif untuk menyetop hegemoni Amerika itu. China dapat melakukan diplomasi ekonomi BRICS+ dan investasi Belt and Road__memberi alternatif bagi Global South yang terblokade sanksi AS.

Negara Rusia dan Korea Utara juga dapat mengambil peran, melalui kekuatan militer SCO dan veto DK PBB mencegah intervensi sepihak di Suriah atau Venezuela.

Tindakan Konkret Anti-Hegemoni

Memberi sanksi timbal balik BRICS terhadap aset AS di Asia.

Latihan militer SCO di Amerika Latin sebagai deterrence.

ICJ massal Global South tuntut agresi AS pasca-Venezuela.

Baca Juga  Bundaran Satam

Boikot ekonomi terhadap perusahaan senjata AS.

Tindakan konkret ini penting agar perdamaian dunia dapat terwujud dan ke-naifan seperti yang dilakukan Amerika itu dapat dicegah agar tidak terulang.