Terangkat dagu ditopang angkuh
Semua kerdil dibawah tatapan
Belai mesra teruntuk yang patuh
Berikan syair penuh harapan

Aksara pecah berpadu debu
Serak mencakar lukai kerongkongan
Menanti kayu menjadi abu
Peluh kesal berbulir kepingan

Gumpal aksara penghalang lisan
Kembali penuhi penjara hati
Ego puisikan tersesatnya pesan
Berharap aksara indah dinanti

Baca Juga  Qarun dan Paradoks Pertambangan Mineral