Karya: Yanto In Action

Di ambang pintu yang tak terlihat,
Salatlah, sebelum malaikat mengetuk.

Waktu licin bagai ular di sawah basah,
Menggeliat pergi, tinggalkan debu penyesalan.

Berdoalah, saat angin masih menyapa lembut,
Sebelum badai usia merobek sayapmu.

Tangan yang kini meraih langit biru,
Nanti tertekuk, dingin dalam kain kafan putih.

Bayang maut merayap pelan di ujung malam,
Jam dinding bisik: “Sudahkah kau siap?”
Jangan biarkan doa jadi hantu kelaparan,
Lapar akan ampunan yang kau tunda-tunda.Sholat adalah jembatan ke surga abadi,
Sebelum jembatan itu runtuh di telapak tangan.

Berlututlah kini, rasakan getar rahmat,
Agar tak merangkak nanti, dalam kegelapan akhir.

Wahai jiwa yang lalai di pasar dunia,
Doamu adalah senjata lawan lupa diri.

Baca Juga  Perangi dan Tangkap Bandar Narkoba, Ade Zamrah Inisiasi Program Bangka Barat Bersinar Terang