Oleh: Indra Pirmana

Ya Allah …
Bayangan canda tawanya selalu menghantui,
susah rasanya aku lupakan.
Aku remuk seketika, ketika mendengar bisikan angin
Ia sudah dilamar seorang pemuda yang sukses.

Ya Allah …
Apakah ini rencana indah-Mu?
Apakah akan ada keindahan di balik semua ini?
Kalau memang ada,
jauhkanlah bayangan dia dari ingatanku.
Aku sadar, ini bukan perkara mudah
Aku tahu dia tidak memiliki perasaan yang sama saat ini
Namun, akar cintaku padanya sudah membumi di hatiku.

Ya Allah …
Jika ini takdir untuk aku
yang Engakau tuliskan dengan tinta yang berbeda
pada setiap lembaran certia.
Maka, hilangkan perasaan yang membebani aku selama ini.

Baca Juga  Surat dari Surga: Aroma Kopi dan Janji di Balik Kota Kayu