Dari kasus Yohanes kita dapat melihat bahwa penjagaan negara terhadap rakyat amat minim. Bahwa di negeri yang kaya ini, ketika dikelola dengan aturan yang batil maka masih ditemukan anak yang memilih meninggal karena kemiskinan. Akar masalahnya jelas bukan hanya pada pemimpin tapi juga pada sistem kepemimpinan yang diterapkan di negeri ini. Sistem kapitalisme yang mengedepankan materi alih-alih penjagaan terhadpa rakyat baik nyawanya, kehormatannya, hartanya dna lain sebagainya.

Saatnya Kembali pada Aturan Islam

Kebobrokan sistem kapitalisme yang telah tampak sangat nyata di depan mata kita menunjukkan bahwa sistem buatan manusia memanglah tidak pantas dipertahankan. Ini jadi alarm keras bagi kita semua terutama negeri mayoritas muslim ini untuk kembali pada turan Islam yang sempurna/mengatur segala aspek kehidupan. Islam sebagai ideologi juga pernah diterapkan negara selama 13 abad. Selama itu pula rakyat baik muslim maupun non muslim terjaga dengan baik.

Ini bukan hanya omong kosong Will Durant dalam bukunya The Story of Civilization secara jujur menyatakan bahwa negara Islam (khilafah) berhasil menjamin kesejahteraan rakyat. “….Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka…..”

Baca Juga  Timah Bangka Belitung: Berkah atau Musibah?

Ia juga menulis “Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari Cina, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah memiliki cita-cita mereka, menguasai akhlaknya, membentuk kehidupannya, dan membangkitkan harapan di tengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka…”

Benar, ketika Islam diterapkan sebagai sebuah Ideologi oleh negara Islam, mampu secara praktis menciptakan keamanan dan kesejahteraan yang tidak pernah dicapai oleh bangsa manapun. Islam mengangkat kesusahan manusia, menerapkan sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam secara paripurna.

Berhasil mewujudkan kesejahteraan dan manusia yang berkepribadian Islam. Memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Mereka memiliki kekuatan baik secara intelektual, fisik, mental hingga keimanan. Amat jarang bahkan tidak pernah ada anak yang memilih mengakhiri hidup karena kemiskinan dalam sistem Islam.

Sistem ekonomi Islam memutus rantai kemiskinan dengan berbagai mekanisme. Terutama aturan tentang kepemilikan. Islam mengenal kepemilikan umum semisal sumber daya alam yang melimpah seperti emas, nikel, perak, batu bara dll adalah untuk rakyat yang pengelolaannya dilakukan oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat merasakan kekayaan alam yang dianugerahi Allah baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga  Simbol Bendera One Piece dan Arah Gerak Perjuangan Hakiki

Misalnya, dibangun jalan yang bagus, juga kesehatan dan pendidikan yang gratis bahkan mendapat beasiswa. Ketentuan ini didasarkan pada sabda Nabi saw. yang diriwayatkan Bukhari, ‘Imam itu adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.’ Atas dasar itu, negara harus menjamin setiap warga negara dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dengan mudah.

Sistem Islam juga mengenal bantuan langsung yang anti ribet tidak perlu ditanya-tanya administrasi yang beribet jika memang sudah jelas dia adalah rakyat di negara Islam. Islam mengenal pemberian zakat kepada 8 golongan. Hingga pemberian bantuan langsung baik berupa tanah, uang atau beasiswa bagi pelajar. Berbeda dengan bantuan dalam sistem kapitalis yang ala kadarnya, bantuan didalam Islam mampu memutus mata rantai kemiskinan.

Ini juga nampak dalam perbuatan penguasa dalam Islam misalnya Umar bin Khattab ketika menyaksikan adanya seorang ibu yang memasak batu karena anaknya kelaparan. Maka Umar tidak menanyakan KTP/kartu identitas atau menanyakan sudah mendapat bantuan belum dari si ini atau itu?

Baca Juga  Pencabulan Anak Berulang, Aturan Butuh Ditata Ulang

Atau menuduh pejabat lain tidak mengurusi dan sebagainya. Tapi Umar langsung bergegas mengambil gandum di Baitul Mal dan memasaknya sehingga keluarga tersebut dapat segera makan. Bantuan kepada ibu tersebut juga dapat ia peroleh dengan cara pergi ke baitul mal tanpa perlu membawa kartu identitas. Demikian cepat tanggapnya dan praktisnya negara Islam.

Begitulah Sistem Islam fokus dalam meriayah (mengurusi) rakyat. Sistem Islam melahirkan aturan yang menjadi rahmat bagi seluruh alam dan penguasa yang bertakwa serta takut akan hisab akhirat. Perhatian Islam dan penjagaan Islam terhadap nyawa manusia tidak akan pernah dapat disaingi oleh ideologi manapun. Demikianlah karena Islam datang dari Al-Haq yang hanya dengan Islam kita akan hidup mulia dan terjaga. Sudah saatnya kita menerapkan aturan Islam agar keberkahan turun di atas bumi kita.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (TQS.Al-A’raf: 96) Wallahu’alambisawwab.