Nun (8): Tersengal
Oleh: Yudha Adinata
Nun
Izinkan aku membacamu lewat ranting yang membisu
Menunggu angin membelainya
Sembari menatap ombak yang tak henti mengelus tepian
dengan buihnya dibibir pantai
Dalam ranting yang kubaca
Ada Lam Alif yang masih setia menulis nada
Di debar deburan yang berulang
Sesekali mendayu rayu
Sesekali menghempas gegas
Halaman
