Tangis Sang Pengemis Jalanan
Karya: Aril
CERPEN, Minggu sore pertengahan Maret 2020, Lani dan ibunya pergi ke salah satu pasar yang ada di Jakarta. Pasar itu bernama Pasar Senen.
Saat tiba di pasar Lani melihat seorang pengemis wanita dengan pakaian kumuh dan kotor sedang meminta-minta makanan. Melihat hal itu hati Lani pun tersentuh untuk membantu pengemis tersebut.
Dengan segera Lani menghampirinya, tetapi saat dihampiri pengemis jalanan tersebut malah kabur meningalkan Lani. Lani berusaha mengejarnya tetapi ia sudah terlanjur jauh.
Lani pun kembali ke pasar untuk menuju ibunya yang sedang belanja sayur. Setelah dua puluh menit berbelanja, Lani dan ibunya pun pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Lani termenung mengingat pengemis jalanan yang tadi kabur saat melihatnya. Lani berpikir kalau hidupnya sunguh-sunguh beruntung karena bisa hidup lebih dari cukup.
Setelah termenung mengingat pengemis tadi Lani tiba-tiba di panggil ibunya untuk membantu membersihkan sayuran yang baru mereka beli.
Lani pun langsung bergegas membersihkan sayurannya, sesudahnya ia langsung bermain ke lapangan bersama teman-temannya. Satu jam bermain, rupanya hari mulai gelap lekas ia pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Lani langsung mandi dan bersiap untuk sholat maghrib.
Selesai sholat maghrib Lani Kembali termenung memikirkan sang pengemis jalanan tadi, sambil memikirannya ia sedikit meneteskan air matanya.
Dikarenakan betapa susahnya sang pengemis tersebut. Hingga untuk makan pun harus meminta-minta. Usai memikirkan sang Pengemis Lani teringat kalau besok akan ada ulangan harian matematika.
Ia pun langsung mengambil buku matematika di rak untuk belajar, sehingga ulangan besok bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Selesai belajar matematika Lani pun langsung tidur dan setelah berjam-jam tidur tanpa disadari tiba-tiba, “Kukuruyuk!”
Suara ayam berkokok menandakan pagi tiba. Lani langsung bergegas mandi untuk bersiap pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah Lani langsung masuk kelas.
Ia langsung mengikuti ulangan harian matematika dengan senang dan gembira. Setelahnya ia keluar karena sedang jam istirahat. Selesai istirahat Lani pun masuk kelas kembali untuk persiapan pulang.
“Ting! Ting! Ting!” Terdengar suara bel pulang berbunyi. Lani bergegas pulang dan rupanya saat di depan kelas ia melihat ibunya sedang menunggu dirinya di depan gerbang sekolah. Saat Lani menghampiri ke arah gerbang sekolah, ibunya Lani bertanya kepada Lani.
“Gimana, ulangannya lancar?”
“Lancar, Bu. Soalnya kan, Lani belajar Bu.”
“Bagus! Harus rajin belajar ya, Nak!”
“Siap, Bu!”
“Ayo, Nak kita pulang!”
“Ayo, Bu.”

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.