Sesampainya di rumah ibunya Lani memberitahu kepada Lani kalau nanti pukul 02.00 siang, ia akan pergi ke Pasar Senen lagi untuk berbelanja keperluan sehari-hari.

Mendengar hal tersebut Lani menyampaikan ke ibunya kalau ia ingin ikut. Ibunya mengiyakan. Maka berangkatlah mereka pada waktu yang telah ditentukan. Kembali Lani melihat pengemis jalanan yang kemarin ia lihat.

Pengemis itu sedang menangis tersedu-sedu. Melihat pemandangan tersebut Lani lekas menghampirinya. Lani memperhatikan pengemis tersebut seperti tidak berdaya dan kelaparan.

Lekas Lani menuju warung nasi padang yang ada di dekat pinggir jalan. Ia pun langsung membeli nasi padang satu porsi. Selesai membeli nasi padang, ia berlari menghampiri pengemis jalanan yang sedang kelaparan tersebut.

Baca Juga  Perjuanganmu Palestina

Ia suapi pengemis jalanan yang sedang kelaparan itu. Usai menyuapi makan Lani bertanya kepada pengemis jalanan itu.

“Kenapa Ibuk bisa kelaparan dan tidak berdaya begini?”

“Saya sedang kelaparan, Nak. Soalnya dua hari saya belum makan.”

“Khasihan sekali Ibuk. Ini, Buk, saya ada sedikit rezeki buat Ibuk beli makanan.”

“Terima kasih, Nak! Kamu memang anak yang baik.” Ibu itu pun menangis tanpa henti di hadapan Lani.

“Sudah, Buk! Jangan menangis, ini mungkin memang sudah rejeki Ibuk.”’

“Sekali  lagi, makasih banyak ya, Nak.”

“Sama-sama, Buk. Saya pamit dulu ya, soalnya ibu saya sudah menunggu untuk pulang.”

“Baiklah, hati-hati di jalan ya, Nak.”

Baca Juga  Bisikan Lautan

“Iya Buk. Ibuk juga ya!”

Lani pun pergi meninggalkan pengemis tersebut dan pergi menuju ke ibunya yang berada di dalam pasar. Rupanya saat Lani datang ibunya pun sudah selesai berbelanja keperluan.

Dan pada pukul 03.00 Lani dan ibunya  pulang ke rumah. Saat sampai di rumah Lani sangat senang karena ia bisa membantu pengemis jalanan yang sedang kelaparan

Semenjak saat itu Lani belajar banyak hal tentang sedekah dan berbagi. Ia pun membuat donasi untuk orang-orang yang membutuhkan.

Setiap hari saat pergi sekolah Lani selalu membawa kotak sumbangan untuk donasi. Agar orang-orang yang ingin menyumbang bisa tahu kalau ia sedang mengadakan donasi untuk yang lebih membutuhkan.

Baca Juga  Merah Putih dan Pejuang Buta

Lani membuat donasi tersebut dikarenakan banyaknya orang-orang yang lebih memerlukan bantuan untuk bertahan hidup.

Seiring berjalanya waktu, uang donasi untuk orang-orang membutuhkan semakin bertambah banyak. Lani pun sangat bahagia karena atas kerendahan hatinya, ia bisa membantu banyak orang-orang yang sedang kesusahan di luar sana  Lani berjanji akan selalu membantu setiap orang yang sedang kesusahan, siapa pun itu.

Aril, Siswa SMAN 1 Pongok