*Kronologi Kejadian

Kombes Pol Max Mariners kemudian menjelaskan seputar kronologi pencurian yang dialami korban dengan inisial NG (39), ibu rumah tangga asal Jalan Nanas III Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui itu. Ia menuturkan, pencurian pohon beringin itu diketahui pada Rabu (11/2/2026) sekira pukul 08.00 Wib.

“Lokasi kejadiannya di halaman belakang rumah orang tua korban di Jalan Pahlawan 12 Kelurahan Keramat Kecamatan. Yang dilakukan oleh orang tidak diketahui terhadap barang milik korban berupa 1 pohon bongsai jenis beringin dollar mangkok,” katanya.

“Pelaku masuk ke halaman belakang rumah orang tua korban, mengambil 1 pohon bongsai. Kemudian pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian dan membawa barang hasil curian,” ujar dia.

Baca Juga  Komplotan Pencuri Baterai Tower di Bangka Ditangkap Jatanras Polda Bangka Belitung

Sebelumnya, korban juga mengalami kehilangan 1 Pohon Bongsai jenis Beringin Kimeng, 1 Pohon Bongsai jenis Cemara Udang, 4 Pohon Bongsai jenis Anting Putri. Empat Pohon Bongsai jenis Beringin Dollar Mangkok dan 8 Pohon Bambu Kuning.

“Akibat dari kejadian itu, korban mengalami total kerugian sekira Rp 40.000.000. Setelah itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pangkalpinang untuk ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Kasus ini bukan sekadar tentang sebatang pohon beringin dollar yang berpindah tangan, melainkan tentang potret buram kemiskinan yang memaksa nurani seorang ayah bertekuk lutut.

Di balik jeruji besi atau ruang mediasi nantinya, ada sebuah rumah yang masih menunggu cahaya dari token listrik yang tak kunjung terisi, dan seorang bayi yang tangisnya hanya bisa diredam oleh setetes susu yang diperjuangkan dengan cara yang salah.

Baca Juga  Siapa Pj Walikota Pengganti Molen? Ini Jawaban Ketua DPRD

Pangkalpinang malam ini menjadi saksi, bahwa ketika perut lapar dan kegelapan mengepung, hukum seringkali berhadapan dengan dilema kemanusiaan yang menyisakan satu pertanyaan besar bagi kita semua: di mana batas antara keadilan dan rasa iba ketika sebuah kejahatan lahir dari rasa cinta yang putus asa?