Pria di Pangkalpinang Nekat Curi Bonsai untuk Beli Token dan Susu Anak
Pria di Pangkalpinang Nekat Curi Bonsai untuk Beli Token dan Susu Anak
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Untuk membeli token listrik dan susu anak, seorang pria terpaksa mencuri 1 pohon bongsai jenis beringin dollar. Akibatnya, pelaku terancam mendekam di penjara. Meninggalkan anak yang ia perjuangkan untuk tumbuh dan besar.
Peristiwa ini terjadi di Pangkalpinang. Pelaku diketahui berinisial HG alias SH (37), Buruh Harian Lepas (BHL) asal Jl Rambutan, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang. Meski begitu, pelaku tercatat merupakan residivis narkoba dan bebas tahun 2005 silam.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners mengatakan, pelaku diamankan pada Senin (9/3/2026) sekira pukul 05.00 Wib. Pelaku dicokok Tim Buser Naga saat berada di Taman Wilhelmina.
“Setelah diinterogasi, pelaku mengaku memang benar ada melakukan pencurian. Kejadiannya pada tanggal 11 Februari 2026 sekira pukul 01.00 Wib, pelaku pergi menuju tempat usaha korban. Lokasinya berada tidak jauh dekat Jembatan 12,” ungkapnya pada Senin (9/3/2026) sore.
Ia mengatakan, pelaku mengunakan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Fino warna hitam. Sesampainya di lokasi, pelaku memasuki area pagar tempat korban melewati pintu belakang pagar yang tidak terkunci. Lalu pelaku langsung mengambil 1 pohon beringin dollar milik korban dan langsung pergi membawa tanaman tersebut.
Selanjutnya pelaku membawa 1 pohon beringin dollar menuju salah satu kafe yang berada di wilayah Parit Lalang. Ia lalu menawarkan tanaman kepada pemilik kafe dengan alasan pelaku membutuhkan uang untuk membeli token listrik di rumahnya.
Kemudian pelaku berhasil menjualnya dan berhasil mendapatkan uang senilai Rp 250.000. Kemudian uang hasil penjualan tersebut, digunakan untuk membeli token listrik dan membeli susu anaknya.
“Saat ini, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan 1 pohon beringin dollar dan 1 unit sepeda motor yamaha fino warna hitam,” ungkapnya.
