Tidurlah, Ros
Tidurlah, Ros
Lepaskan rasa kesal
Karena gelapnya malam
Tak memberi warna
Kesempurnaan abadi
Dari rasa saling tak kenal
Bermuara saling membenci
Dan akhirnya karam
Dipelukan malam
Kita sudah ditakdirkan
Saling berdiam
Menggenggam kecewa
Meski kenangan membentang
Tak karu-karuan
(Dari catatan harian yang terendam, tentang perjalanan dengan dr Rosa)
Bandung, 14 Maret 2026
Halaman
1 2
