Asa Baru di Tengah Deburan Ombak: Jejak Bakti TMMD di Pulau Lepar

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Matahari baru saja meninggi di ufuk timur saat deru mesin ekskavator memecah keheningan di Desa Penutuk, Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan. Di balik kemudi, para prajurit TNI bersama warga bahu-membahu menyapu semak belukar, mengubah jalan setapak yang dulunya berlumbang dan berlumpur menjadi jalur yang lapang sepanjang 5,5 kilometer.

Bangka Selatan tidak hanya tentang daratan utama yang kaya akan timah. Di seberang Selat Lepar, terdapat sebuah pulau yang menyimpan asa besar namun sering kali terkendala aksesibilitas.

Akses Ekonomi Baru

Sejak Rabu 11 Februari lalu, deru mesin alat berat dan seragam loreng TNI yang hadir bukan sekadar tamu, melainkan pembawa harapan baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0432/Bangka Selatan.

Baca Juga  Ini Capaian Kinerja Kejari Basel Tahun 2023, Salah satunya Peringkat I Eksaminasi Tipikor se-Babel

Selama bertahun-tahun, warga di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar harus berpuas diri dengan akses jalan setapak menuju areal persawahan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba.

Jalan yang becek dan licin menjadi penghalang utama bagi petani untuk membawa pupun maupun padi hasil panen.

Namun, pemandangan itu kini berubah. Melalui TMMD, Satgas Kodim 0432/Basel bersama warga bahu-membahu melakukan pembukaan jalan sepanjang 5,5 kilometer. Jalan ini bukan sekadar hamparan tanah yang diratakan tetapi mejadi urat nadi ekonomi.

“Dulu, kami harus melewati jalan berlubang dan lumpur. Kalau memutar jauh kalau mau bawa pupuk maupun padi hasil panenhasil sawit atau lada. Sekarang, truk sudah bisa masuk. Ini seperti mimpi yang jadi nyata,” ujar Pak Derry (45), salah satu petani Desa Penutuk, Selasa (11/3/2026).

Baca Juga  Ekspedisi Merah Putih, Bangka Flora Society Jelajahi Keindahan Flora di Kepulauan Lepar

Tokoh pemuda yang juga menjabat Manager Brigade Pangan Desa Penutuk kini tersenyum semringah. Matanya berbinar melihat jalan yang kini lebar menuju areal persawahan.

Derry menyebut dengan askses saat ini memungkinkan panen padi petani yang awalnya hanya IP 100 bisa menjadi IP 200 hingga IP 300 (2 hingga 3 kali panen dalam setahun).

Satgas TMMD ke-27 Bersama Warga Finishing RLTH di Desa Penutuk
Rumah warga Desa Penutuk sebelum dan sesudah direnovasi menjadi rumah layak huni oleh Satgas TMMD ke-127 Kodim Bangka Selatan. (Foto kolase istimewa)

Hunian Layak bagi Warga

TMMD ke- 127 menghadirkan kebahagiaan bagi warga desa. Salah satu sasaran fisik, yaitu rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Iwan, warga Desa Penutuk Kecamatan Pulau Lepar.

Rumahnya kini telah rampung dan layak huni. Pengerjaan rumah yang dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat memakan waktu 21 hari.

Rumah Iwan kini telah berubah. Dulunya berdinding papan rapuh dan atap bocor. Kini rumah itu menjadi bangunan semi permanen yang kokoh, sehat, dan nyaman.

Baca Juga  Mimpi di Antara Deburan Ombak Batu Belimbing

Iwan, pemilik rumah, tak kuasa menahan haru saat menerima serah terima kunci rumahnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya Satgas TMMD Kodim 0432/Basel.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah memilih saya sebagai penerima bantuan rehab RTLH. Saya tidak pernah menyangka rumah saya akan diperbaiki menjadi sebagus ini. Terima kasih Satgas TMMD, kehadiran TNI sangat membantu kami rakyat kecil” ujar Iwan dengan haru.

Iwan bercerita sebelum direhab, dirinya cemas dan khawatir saat hujan mendera. Apalagi jika malam hari. Belum lagi tiang-tiang rumah yang membuat rumah nyaris roboh.

“Alhamdulillah sekali lagi, terima kasih Satgas TMMD Kodim Basel,” tambah Iwan.

Manunggal Rohani, Satgas TMMD ke-127 Salat Magrib dan Tahlilan Bersama Warga Penutuk
Manunggal Rohani, Satgas TMMD ke-127 Salat Magrib dan Tahlilan Bersama Warga Penutuk. (Foto istimewa)