Oleh: Ujang Supriyanto — Ketua Simpul Babel

Wahai pemimpin kami,
Kami tidak meminta lebih, kami hanya ingin melihat kalian berjalan berdampingan, bukan saling berseberangan. Kami ingin melihat tangan yang saling menggenggam, bukan saling menunjuk dan menyalahkan.

Di tanah Bangka Belitung yang kita cintai ini, luka sudah terlalu banyak.
Tambang berjalan tanpa arah yang jelas, meninggalkan lubang bukan hanya di tanah, tetapi juga di masa depan. Ekonomi terasa semakin sempit, peluang kian sulit dijangkau, dan harapan perlahan memudar di tengah masyarakat.

Namun yang paling menyakitkan bukan hanya itu.
Adalah ketika kami melihat para pemimpin yang kami pilih, yang kami percaya, justru tampak tidak sejalan. Retak di atas, merambat ke bawah. Dingin di pucuk, membeku di akar.

Baca Juga  Ya sudahlah

Wahai gubernur dan wakil gubernur kami,
Kalian adalah satu kesatuan, bukan dua kutub yang saling berlawanan. Kalian adalah simbol persatuan, bukan panggung perbedaan.

Dan kepada mereka yang berada di lingkaran kekuasaan
Kami tahu, di situlah seringkali api kecil ditiup menjadi besar.
Bisikan-bisikan yang memecah, ego yang dipelihara, kepentingan yang disusupkan.
Berhentilah.

Jangan lagi memanaskan suasana.
Jangan lagi memperkeruh hubungan.
Jangan lagi menjadikan perbedaan sebagai bahan bakar konflik.

Jika benar kalian mencintai daerah ini, maka tugas kalian bukan memperlebar jarak, tetapi menjembatani perbedaan. Bukan menanam kecurigaan, tetapi menumbuhkan kepercayaan.

Karena sesungguhnya, yang paling dirugikan bukan mereka yang berkuasa
Tetapi kami, rakyat.

Baca Juga  Batas Pesan