Karya Jemi Batin Tikal

kedua lenganmu bentang sayap
mudah patah terbakar matahari
tubuhmu jatuh belaka
ditangkup laut terbuka
bulu-bulu dan lilin
membawa pada kehilangan lain
muara yang sama

riwayatmu tersimpan museum ingatan
sesekali terbang sebagai masa lalu
membentur kepalaku
yang bengal mirip batu-batu

masa depan itu tidak pernah
kau saksikan
matamu menjelma pintu
kenang demi kenang berlintasan
tersesat dalam labirin asing
serupa di Kreta

dadamu jadi gudang mesiu
meledak di dalam
kesunyian bergema panjang
jadi kesedihan
tak mampu dihapus waktu

apakah warna kehilangan
seperti matamu?
siapa dan rentan jatuh ke laut sepi

Baca Juga  Sungailiat, Sungai Tanpa Air dan Rasa