Sudahi Jemawa sang Raja
Di hari yang suci ini, biarlah pedang kembali masuk sarungnya
Biarlah ego para pemimpin luruh bersama air wudhu.
Tak ada kemenangan sejati jika rakyat masih merintih haus di gerbangnya
Tak ada Idulfitri jika damai hanya menjadi hiasan di bibir palsu.
Kembalikan tangan-tangan yang dulu saling menunjuk
Menjadi tangan yang saling merengkuh pundak si lemah.
Biarkan pemimpin bersimpuh, memohon ampun dengan khusyuk,
Di hadapan mereka yang selama ini hanya mendapat remah.
Sebab kedaulatan bukan pada mahkota yang berkilau emas,
Bukan pula pada benteng tinggi yang angkuh menjulang.
Kemenangan adalah saat perut yang lapar merasa puas
Dan rakyat bisa tersenyum tanpa takut ditelan bayang-bayang.
Selamat Idulfitri, hari untuk kembali fitrah.
Kembali ke akar, bahwa pemimpin adalah pelayan
Dan rakyat adalah nyawa yang harus dijaga dengan kasih,
Bukan korban dari sebuah pertikaian.
