Selain itu, Bank Indonesia turut memfasilitasi distribusi 18,5 ton daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur sebagai bentuk upaya antisipatif menekan lonjakan harga daging sapi. TPID Belitung Timur telah mendistribusikan daging sapi beku tersebut kepada masyarakat di 8 (delapan) titik pendistribusian melalui kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) dengan harga jual Rp120.000/kg, lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran yang mencapai angka di kisaran Rp155.000 s.d. Rp165.000 per kg.

Kedua, penyelenggaraan sidak pasar sebanyak 13 kali di seluruh Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Daerah guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan bagi masyarakat khususnya menjelang HBKN.

Dan ketiga, penyelenggaraan pertemuan High Level Meeting (HLM) sebanyak 5 (lima) kali yang dipimpin oleh Kepala Daerah guna merumuskan kebijakan pengendalian inflasi daerah. Hal ini juga sebagai upaya pengelolaan ekspektasi masyarakat ditengah tekanan inflasi.

Baca Juga  Pemprov Babel Sabet Penghargaan Apresiasi Penggerak Kemajuan Daerah Berciri Kepulauan

Edukasi masyarakat melalui konten dan/atau Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang tidak hanya berfokus untuk mengajak masyarakat bijak berbelanja, tetapi juga bijak berkonsumsi (no food waste) juga harus diterapkan.

Implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, namun juga turut mendorong ketahanan pangan di Bangka Belitung.

Rommy menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut di atas merupakan implementasi strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif, yang dilakukan dengan semangat tinggi melalui sinergi dan kolaborasi, sehingga turut menjaga inflasi di Bangka Belitung terkendali dengan tetap menjaga geliat perekonomian tetap tumbuh dan berkelanjutan.

Baca Juga  Askrindo Pangkalpinang Beri Pendampingan bagi Pelaku UMKM Poktan Matras Persada

Dalam upaya pengendalian inflasi jangka menengah-panjang, Bank Indonesia terus mendorong kemandirian produksi pangan di Bangka Belitung khususnya komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi. Hal ini dilakukan dengan program pemberdayaan klaster pangan binaan meliputi aspek manajemen, produksi, dan pemasaran.

Harapannya, di samping turut menjaga ketahanan pangan di Bangka Belitung, juga diharapkan dapat mendukung program strategis Pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Bangka Belitung.

Rommy juga menegaskan bahwa tantangan inflasi ke depan masih tetap ada, namun dengan Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) bersama Kepala Daerah dan instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.*

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, Pj Gubernur Suganda Ingin Kesatara Gender di OPD Bangka Belitung