Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mustikasari menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner Pangkalpinang.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar Chinese halal diharapkan mampu memberi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ratusan pelaku UMKM ambil bagian dalam bazar tersebut. Produk yang ditampilkan tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif khas Bangka Belitung.

Penyelenggara menargetkan Festival Kampung Bintang menjadi etalase ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Dengan rangkaian hiburan, perlombaan dan pertunjukan budaya, arus pengunjung diprediksi berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.

Baca Juga  Mau Dapat Promosi Produk UMKM Gratis di Medsos PT Timah Tbk? Begini Caranya

Pada hari pertama, Jumat (3/4/2026), festival dibuka dengan penampilan barongsai Kong Chiang, parade nusantara, tabuh gong, hingga kunjungan ke stan-stan UMKM. Kunjungan tersebut akan diiringi kolaborasi seni Balijonk Art Fashion dan Buday 2025, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Malam harinya, panggung hiburan diisi pertunjukan Taichi Aidity Babel, The Fella’s Band, serta Wita Band Pangkalpinang. Kehadiran hiburan malam diperkirakan akan memperpanjang durasi kunjungan masyarakat ke area festival, sehingga transaksi UMKM dapat berlangsung lebih lama.

Pada Sabtu (4/4/2026), kegiatan diawali dengan Ceng Beng Cup di Girimaya Golf, dilanjutkan penampilan drumband, dambus rampai bunyi, story telling cerita rakyat Bangka Belitung, rentak serumpun, hingga lomba line dance.

Baca Juga  Bawang Merah Jadi Pemicu Dua Kota di Babel Sumbang Inflasi

Malam puncak festival digelar mulai pukul 19.00 WIB dengan registrasi undangan, pembukaan oleh pembawa acara, penampilan Wushu Ronin, hiburan musik, serta sambutan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang.

Momentum tersebut dinilai penting untuk mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu pada Minggu (5/4/2026), kegiatan difokuskan pada perlombaan dan partisipasi masyarakat. Di antaranya barongsai, drama musikal Ronin, lomba fashion show kategori TK/SD hingga SMP, SMA, SMK, mahasiswa dan umum.

Penyelenggara juga menyiapkan sesi karaoke bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Selain mendorong penjualan produk, festival ini juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif. Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan merek, menjaring pelanggan baru, hingga membuka peluang kerja sama usaha.

Baca Juga  129 Pelanggar Lalu Lintas di Bangka Belitung Kena Tilang Manual

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat, Festival Kampung Bintang 2026 diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan memadukan wisata, seni dan kuliner, Pangkalpinang berupaya membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.*