Festival Kampung Bintang 2026 Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif dan UMKM Kuliner Halal di Pangkalpinang

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata kembali mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat lewat penyelenggaraan Festival Kampung Bintang 2026 di Kelurahan Bintang, Kecamatan Rangkui, pada 3–5 April 2026, dan dibuka pada Jumat (3/4/2026),

Festival yang dipusatkan di kawasan Kampung Bintang itu tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang,Dessy Ayutrisna, mengatakan Festival Kampung Bintang yang berlangsung pada 3–5 April 2026 diharapkan mampu berkembang menjadi agenda berskala nasional.

Baca Juga  Santunan Yang Diserahkan Jasa Raharja Babel Di Tahun 2022 Naik 13.83 Persen

Menurut Dessy, tema “Menjaga Tradisi, Merajut Kebersamaan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Kita berharap Festival Kampung Bintang ini ke depan bisa menjadi event nasional. Dengan tema menjaga tradisi dan merajut kebersamaan, masyarakat yang datang untuk berziarah juga dapat merasakan suasana yang membahagiakan melalui berbagai kegiatan yang disiapkan,” ujar Dessy.

Ia mengatakan momentum Ceng Beng yang selama ini identik dengan tradisi ziarah kubur dapat dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dan wisata budaya, sehingga memberi pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Selain itu, kehadiran Bazar Kuliner Chinese Halal dinilai menjadi daya tarik tersendiri. Menurut Dessy, masyarakat tidak hanya dapat menikmati rangkaian seni dan budaya, tetapi juga berkesempatan mencicipi beragam makanan Chinese halal yang disiapkan pelaku UMKM lokal.

Baca Juga  Kolonel Inf Marsal Deny Kasrem, Letkol Inf Kemas M Nauval Dandim Bangka Barat

“Kami ingin seluruh masyarakat Pangkalpinang dapat menikmati festival ini. Ada nilai budaya, ada kebersamaan, dan ada peluang ekonomi bagi pelaku UMKM melalui kuliner Chinese halal yang disajikan,” katanya.

Dessy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kampung Bintang yang telah mendukung penyelenggaraan festival perdana tersebut. Ia mengakui selama kegiatan berlangsung mungkin terdapat gangguan aktivitas bagi warga sekitar, namun hal itu dinilai sebagai bagian dari proses membangun sebuah agenda besar untuk kota.

“Mungkin ada sedikit ketidaknyamanan karena ini tahun pertama. Namun kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan memohon maaf apabila ada hal-hal yang mengganggu. Ini merupakan langkah awal agar Pangkalpinang memiliki event unggulan yang dapat dibanggakan bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Timah Tanam 48.000 Mangrove di 4 Lokasi

Lebih jauh, Dessy menilai Festival Kampung Bintang menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam memperkuat citra kota toleransi.

“Kita ingin Kota Pangkalpinang benar-benar dikenal sebagai kota toleransi. Melalui festival ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, menjaga tradisi, dan merajut kebersamaan,” tutupnya.