Tua Itu Pencapaian
Cuma untuk menjadikannya sebagai prinsip hidup jangka panjang berpotensi mengakibatkan kontradiksi eksistensial. Kebahagiaan yang terlalu ditunda akan beresiko kehilangan momentum, bahkan kehilangan kesempatan untuk mencapainya.
Alternatif yang tepat, dengan pendekatan yang lebih adaptif adalah membangun kebahagiaan yang berkelanjutan. “Berbahagia kini, Berbahagia lagi kemudian.” Kebahagiaan ini tidak mesti menunggu pencapaian tertentu, tapi dapat dirawat sejak dini melalui pilihan-pilihan hidup yang positif, hidup sehat, dan mensyukuri setiap fase kehidupan.
Dalam kerangka psikologi positif, kebahagiaan adalah proses aktif, bukan lagi hasil pasif.
Dengan demikian, kebahagiaan yang dimaksud bukan hanya tentang kebebasan tanpa batas. Akan tetapi, harus tetap berada dalam koridor nilai dan tanggung jawab, agar nantinya tidak merusak masa depan.
Hal ini menjadi nilai penting untuk dijadikan sebagai prinsip hidup yang matang, serta mampu menyeimbangkan antara kesenangan, tujuan, dan keberlanjutan hidup.
Selain itu, penting untuk generasi muda agar dapat mengembangkan sikap hormat terhadap orang-orang yang telah lanjut usia. Mereka bukan sekedar individu yang “sudah tua”, tetapi motivasi kita untuk bersiap dan berencana menjalani hidup yang utuh.
Dapat berkesempatan belajar dari mereka itu sama halnya seperti mempercepat pemahaman kita terhadap kehidupan itu sendiri. Dalam istilah metaforis, generasi muda yang belajar dari orang-orang tua adalah “penjelajah waktu” mereka akan mampu membaca masa depan melalui pengalaman masa lalu orang lain.
Dengan adanya hubungan antar lintas generasi ini akan memperkaya perspektif. Dengan berinteraksi dan berteman dengan mereka, hingga berbagai kalangan, kita sebagai generasi muda akan lebih adaptif ketika menghadapi kompleksitas kehidupan. Kita akan memperoleh pelajaran, serta pengalaman yang akan menyimpan makna kehidupan.
Pada akhirnya, ketika kita menjadi tua nanti bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga harus direncanakan. Menjadi tua adalah cita-cita yang memerlukan persiapan panjang, baik secara fisik, mental, hingga spiritual.
Fase tua berarti mencapai garis puncak dengan kesadaran penuh, membawa kita akan kebijaksanaan yang telah ditempa oleh waktu.
Maka sebagai generasi muda, hargailah mereka yang telah lebih dahulu sampai pada fase itu. belajarlah dari ketenangan mereka, dari cara mereka menjalani hidup, dan dari keteguhan mereka saat menghadapi perubahan.
Berbanggalah untuk sudah menjadi tua saat ini, dan bersiaplah untuk generasi muda yang kelak akan menjadi tua. Mulailah dari sejak sekarang, kita harus menata hidup, menjaga kesehatan, merawat kebahagiaan, dan membangun makna kehidupan. Sebab nantinya, umur mungkin adalah rahasia Tuhan, namun cara kita menjalani hidup, serta bagaimana kita sampai pada usia tua nanti adalah pilihan yang harus kita bangun sejak kini.
Mari renungkan, dan selamat merencanakan.
