Melawan Lupa: Menguatkan Identitas dan Posisi Kabupaten Bangka Tengah

Oleh: Dr Darus Altin – Akademisi Universitas Bangka Belitung

Sejak dimekarkan menjadi Kabupaten Bangka Tengah pada tanggal 23 Februari 2003 dan merayakan 23 tahun berdirinya pada tahun 2026, namun dipandang masih belum menggeliat dari sisi pertumbuhan ekonominya. Negeri dengan julukan ‘Selawang Segantang’ dimaknai sebagai ‘Satu Pintu dan satu tempat makan. Identitas daerah yang dimaknai sebagai daerah dengan kebersamaan dan persatuan.

Sebagai satu-satunya kabupaten yang ada di ‘tengah’ pulau Bangka tentunya menjadi sebuah daerah yang memiliki daya tawar yang kuat sebagai sebuah wilayah. Makna ‘tengah’ yang berarti tempat,  arah atau titik di antaranya dua tepi atau batas.

Baca Juga  Apakah Indonesia Butuh Dokter Revolusioner?

Posisi tengah, biasanya merupakan posisi titik temu. Maka Kabupaten Bangka Tengah merupakan daerah pertemuan antara sisi Utara dan sisi Selatan. Posisi ini menjadi posisi kuat jika dapat menjadi daerah yang dikembangkan untuk temu dan singgahnya orang-orang baik dari arah selatan maupun Utara. Tinggal kita menterjemahkan untuk posisi tersebut apa yang akan dikembangkan. Daerah-daerah yang difungsikan sebagai ‘Rest Area’, hendaknya tidak setengah-setengah. Kalaupun harus bertahap namun ke depan diharapkan menunjukkan progres yang berkelanjutan.

Dari perspektif ‘identitas’ dengan sebutan ‘Negeri Selawang Segantang’, diharapkan dapat terimplementasi melalui suatu pembangunan yang terpadu. Identitas tersebut seharusnya juga tercermin melalui identitas logo Kabupaten Bangka Tengah.

Beberapa potensi yang juga terdapat pada logo Kabupaten Bangka Tengah seperti ikan, timah, dan lada tentunya tidak boleh terlupakan. Laut dan potensi bahari, pertanian dan perkebunan serta pertambangan dan industri olahan merupakan potensi besar untuk dikembangkan.

Baca Juga  Membentuk Identitas melalui Pembangunan Kawasan 

Potensi unggulan seperti ikan, timah dan lada sudah ada dan tersedia di Kabupaten Bangka Tengah. Hanya saja, belum teroptimalkan dengan baik dan memberikan efek pendapatan yang besar bagi daerah.

Gambar ‘Pintu’ atau ‘Lawang’ yang ada di logo Kabupaten Bangka Tengah sebenarnya dapat dimaknai lebih luas. Pintu dapat diartikan dua sisi, yaitu pintu sebagai jalan pertama  masuk dan jalan keluar. Pintu ini dimaknai keterbukaan terhadap hal-hal yang baik dan pembangunan.