Melawan Lupa: Menguatkan Identitas dan Posisi Kabupaten Bangka Tengah
Dari pintu masuk, Bangka Tengah sebagian wilayah bandara Depati Amir dan potensi besar untuk dikembangkan. Tinggal melanjutkan di pintu lain, seperti laut yang dapat dikembangkan menjadi pelabuhan industri dan pelabuhan ikan.
Sebagai wilayah Kabupaten yang memiliki identitas yang kuat dan posisi tengah yang berpeluang untuk dikembangkan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa karakteristik dan posisi akan menentukan prestasi yang lebih baik.
Posisi Kecamatan Koba yang juga adalah ibukota Kabupaten Bangka Tengah dengan luas 390,56 Km2 merupakan salah satu daerah strategis sebagai central dari Kabupaten. Namun kondisi miris jika dibandingkan dengan Kecamatan Pangkalan Baru yang keliatan lebih bergeliat ekonomi dibandingkan Koba.
Sebenarnya ini merupakan satu kondisi yang kurang baik pada jangka panjang. Salah satunya berdampak terhadap kemajuan ekonomi suatu daerah. Bahkan, penduduk yang ingin menetap cenderung lebih memilih yang lebih dan ramai dan bergeliatnya ekonomi di wilayah tersebut.
Keramaian berupa event rutin daerah dapat menjadi solusi walaupun lingkup lokal antar kabupaten di Provinsi Bangka Belitung yang dapat dilaksanakan di ibukota kabupaten Bangka Tengah. Jika memungkinkan sesekali event nasional dan internasional dapat dilakukan.
Setidaknya melalui pintu masuk bandara Depati Amir memberikan daya dorong untuk tumbuhnya ekonomi sektor riil dan memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku-pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bangka Tengah.
Penataan Koba sebagai ibukota kabupaten hendaknya menjadi perhatian yang lebih dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Hiruk pikuk ekonomi masyarakat hendaknya tidak hanya terjadi pada siang hari saat aktivitas pekerjaan berlangsung saja. Namun lebih dari itu, baik di malam hari ekonomi khususnya para pelaku usaha juga melakukan aktivitas ekonominya.
Keramaian dan aktivitas ekonomi masyarakat merupakan salah satu indikator ekonomi tumbuh di suatu daerah baik terjadi di pagi, siang dan malam hari. Jalur tengah seharusnya menjadi jalur penghubung antara Utara dan Selatan dan sebagai satu pemicu pertumbuhan ekonomi.
Dari aspek identitas dan posisi ‘tengah’ merupakan modal penting untuk membangun Negeri Selawang Segantang. Mudah-mudahan sebagai pengingat kita untuk melawan lupa. Semoga!
