Ia melanjutkan, profesi guru dan dosen ini sangat penting, di mana era digitalisasi ini gaya dan paradigma mengajar dan belajar sudah sangat berbeda. Dengan kemudahan era digitalisasi ini para guru maupun dosen harus pandai memilih cara pengajaran yang baru sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Sekarang saja melalui aplikasi-aplikasi yang ada anak-anak sangat dengan mudah untuk mencari jawab dari pelajaran itu tanpa harus berpikir tanpa harus membaca tinggal buka aplikasi tersebut semua beres,” jelasnya.

Katanya, mengajar di era digitalisasi berarti bertransformasi menjadi fasilitator dan mentor. Guru harus mengintegrasikan teknologi interaktif seperti video dan platform LMS ke dalam kelas, sekaligus menanamkan literasi digital dan berpikir kritis agar siswa bijak menghadapi arus iinformasi

Baca Juga  Prof Udin Cawako Paling Melek Aturan, Larangan Berjualan di Trotoar Sesuai Perda Diterbitkan Molen

“Kita harus bisa mengarahkan siswa mencari dan menyaring informasi, bukan sekadar menyuapi materi. Membangun antusiasme belajar dan memandu karakter siswa, teknologi menjadi alat bantu (bukan pengganti) untuk membuat pembelajaran lebih relevan,” tutupnya.