Setengah jam berselang, setelah memastikan identitas tersangka utama valid, Tim Meriam memutuskan untuk menyergap. Mengetahui gelagatnya diincar, Wak Nang sempat mencoba mengelabui petugas dengan berpura-pura hendak menunaikan ibadah.

“Dia (Nawawi) sudah curiga mau ditangkap, makanya dia pura-pura mau salat. Anggota langsung bergerak cepat mengamankannya di musala pelabuhan,” ungkap Iptu Rusdi.

Awalnya, pelaku sempat mengelak. Namun setelah diinterogasi dan digeledah, polisi menemukan tumpukan uang tunai dalam jumlah besar di dalam tasnya. Wak Nang pun akhirnya tidak berkutik dan mengakui perbuatannya.

Sekitar pukul 15.00 Wib, Tim Kelambit tiba di lokasi. Bersama Tim Meriam, tim gabungan langsung menyusun strategi mengepung sisa komplotan. Para pelaku diketahui sengaja memecah diri menggunakan mobil travel yang berbeda dari Pangkalpinang untuk mengelabui petugas.

Baca Juga  Nyanyian 2 Remaja di Mentok Seret Seorang Perempuan Muda ke Penjara

Polisi langsung menyebar ke titik-titik krusial pelabuhan. Strategi ini membuahkan hasil manis. Empat pelaku lainnya berhasil diringkus tanpa perlawanan saat sedang duduk santai di ruang tunggu loket, menyusul dua rekan mereka yang sudah lebih dulu dibekuk.

Tak lama kemudian, Tim Jatanras Polda Babel tiba untuk memperkuat pengamanan. Total ada enam dari sepuluh pelaku yang berhasil digelandang ke Mapolsek Mentok sore itu sebelum akhirnya dibawa ke Polres Bangka untuk pemeriksaan intensif.

Iptu Rusdi menambahkan, keberhasilan penangkapan dramatis ini juga tidak luput dari faktor keberuntungan yang berpihak pada kepolisian.

“Kami beruntung karena saat penangkapan kemarin, jadwal keberangkatan kapal yang dipesan oleh kawanan pelaku ini sedang mengalami penundaan (delay). Kalau tidak, mungkin mereka sudah menyeberang,” pungkasnya.

Baca Juga  Dua Atlet Babar akan Wakili Babel di PON 2024