Oleh: Kaum Pecinta Damai

Program makanan gratis itu riuh digemakan,
Katanya demi masa depan, demi gizi anak sekolahan.
Tapi di dapur warga, asap kian sulit dikepulkan,
Kami dipaksa menelan janji yang diracik di atas meja,
Sementara harga mencekik bagi kami buruh dan pekerja.

Lalu kami dengar kabar yang menyayat nurani,
Sapi kurban pun kini dibeli pakai uang pajak kami.
Ibadah yang suci, yang sejatinya tentang keikhlasan hati,
Mengapa harus memakai pajak rakyat yang setengah mati dicari?
Tuan berkurban memahat nama di atas mimbar raya,
Menggunakan uang kami untuk panggung pencitraan.

Baca Juga  Serial Kisah Ayu