Harga TBS Bateng Terendah se-Indonesia, Ditjen Perkebunan dan Satgas Pangan Siap Turun Tangan

BANGKA TENGAH, TIMELINES.IDHarga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini disebut-sebut menjadi yang terendah di Indonesia.

Kondisi tersebut masih terjadi meski DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah beberapa kali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi atas rendahnya harga sawit di tingkat petani.

Sebelumnya, harga TBS sawit di Bangka Tengah yang sempat berada di kisaran Rp3.000 per kilogram turun drastis hingga Rp2.100 per kilogram. Saat ini harga mulai bergerak naik, namun masih berada di angka sekitar Rp2.680 per kilogram, yang menjadi harga tertinggi di wilayah Bangka Tengah.

Baca Juga  Stabilkan Harga, Satgas Pangan Polri Awasi Stok dan Distribusi Beras

Dalam RDP yang digelar DPRD Babel, sejumlah pihak pabrik kelapa sawit (PKS) beralasan penurunan harga dipengaruhi ketidakpastian pasar global serta rencana penerapan sistem satu pintu (single window) ekspor Crude Palm Oil (CPO).

Namun, alasan tersebut dibantah Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Tengah, Yani Basaroni. Menurutnya, penurunan harga sawit berlangsung sangat cepat, sementara kenaikannya berjalan lambat.

“Penurunan harga sawit ini derasnya seperti hujan, tapi naiknya lambat dan geraknya seperti siput,” ujar Yani Basaroni, Sabtu (6/6/2026).

Bantahan Dirjen Perkebunan

Yani mengungkapkan, pihaknya bersama perwakilan DPRD Babel telah melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk mengklarifikasi alasan yang disampaikan pihak PKS.

Baca Juga  Satgas Pangan Polda Babel Pantau Pasar, Pastikan Harga Dan Stok Bapok Stabil Jelang Lebaran

Hasilnya, kata dia, Dirjen Perkebunan menegaskan bahwa tidak terjadi penurunan harga CPO di pasar dunia. Selain itu, rencana kebijakan satu pintu ekspor yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto juga tidak dapat dijadikan alasan untuk menekan harga TBS di tingkat petani.

“Itu hoaks, tidak benar apa yang mereka sampaikan. Hal ini sudah kami tanyakan langsung ke Dirjen Perkebunan bersama DPRD Bangka Belitung yang dipimpin Pak Didit Srigusjaya,” tegasnya.