Oleh: Kaum Pecinta Damai

Awalnya adalah janji dalam piring berhias,
Tentang gizi yang tumbuh, tentang asa yang luas.
Bagi anak-anak negeri yang mengunyah mimpi,
Di bangku-bangku sekolah, di sudut sepi.

Namun tangan-tangan gurita mulai bekerja,
Menggerogoti anggaran, merampas hak mereka.
Susu yang murni berubah menjadi air keruh,
Nasi yang hangat berganti kepulan keluh.

Di balik meja-meja mewah berdasi,
Angka-angka dipotong demi ambisi.
Suap mengalir di atas piring yang kosong,
Meninggalkan rakyat dalam sandiwara bohong.

Baca Juga  Sisa Rindu