Secangkir Kopi Bersama Peri Sandi Huizche: Sang Maestro ‘Mata Luka Sengkon Karta’ di Tanah Bangka

Oleh: Indra Pirmana

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Jumat malam, 5 Juni 2026 mendadak puitis. Pertemuan singkat, namun meninggalkan makna yang dalam bagi dunia literasi di Bumi Serumpun Sebalai.

Sore itu, tetiba saja saya menerima pesan singkat di aplikasi WhatsApp. Saya kaget. Kang Peri Sandi Huizche, seniman besar, akademisi, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengabari bahwa dirinya sedang berada di Pangkalpinang.

Bagi saya, seorang guru yang bertugas di pelosok Bangka Selatan tak menyia-nyiakan kabar ini. Saya langsung bergegas menuju Pangkalpinang.

Kang Peri bukan nama asing di jagat sastra tanah air. Dialah sosok di balik puisi monumental “Mata Luka Sengkon Karta”, sebuah karya teatrikal yang menggetarkan emosi siapapun yang mendengarnya.

Baca Juga  Mampukah Aku Melupakanmu

Kehadirannya di Pulau Bangka kali ini adalah untuk menjadi narasumber dalam kegiatan bergengsi: Agent 2026 Transformasi Tiga Pilar Budaya Onboarding Session yang digelar di Graha Timah, 4-5 Juni 2026.

Dua jam perjalanan saya tiba di Pangkalpinang. Tepat pukul 18.00 Wib, usai menuntaskan tugasnya sebagai pemateri, kami bertemu.

Tidak ada sekat antara sang maestro dan seorang guru daerah ini. Usai salat Magrib berjamaah, kami lanjut mengobrol santai.