Antrean Binasa
“Apa? Jahanam?!
Bukankah itu membakar?”
“Benar, di sana api meraja.
Namun, cermati tepian jalurnya:
pesta pora,
takhta,
dan syahwat … sengaja dihamparkan.”
“Oh … begitu kiranya ….”
“Kini, pandangi jalan menuju surga!
Sunyi …
Tanpa selebrasi.
Hanya ada lembah curam … semak duri.”
Aku pun tertegun,
melarut dalam hampa.
Toboali, 16 Juni 2026.
Sang Peramu Aksara
Halaman
1 2
