Tuan, Rakyat Menolak Programmu
Tapi mengapa angka di slip gaji mereka begitu menawan?
Jauh melesat tinggi, melompati batas kewajaran.
Sementara di sudut kelas yang hampir roboh,
Seorang guru berdiri dengan baju yang mulai lusuh.
Mendidik anak bangsa dengan sisa-sisa tenaga,
Tapi gajinya tak sampai sepersen dari relawanmu yang manja.
Sungguh sebuah ironi yang menggores luka.
Sadarlah, Tuan…
Buka tirai jendela istanamu yang rapat,
Sadarilah, Tuan, rakyatmu sudah muak dan penat.
Kami tidak butuh janji manis bersampul regulasi,
Jika ujung-ujungnya hanya jadi alat eksploitasi.
Ketuk hatimu, sebelum semuanya terlambat,
Sebab dengan lantang, hari ini kami sepakat:
Sadarilah Tuan, rakyat tak menerima programmu!
Halaman
1 2

