“Saya sadar tidak bisa memulihkan seluruh hutan atau rawa sendirian, tapi setidaknya saya bisa berusaha mencegah satu spesies hilang dari muka bumi Bangka,” ujar saya dalam diskusi lingkungan yang digelar di lingkungan kampus baru-baru ini.

Keunikan upaya ini terletak pada prinsip yang dipegang teguh: kegiatan ini tidak bertujuan untuk dikomersialkan, melainkan semata-mata untuk penyelamatan dan penelitian. Setiap individu kura-kura dicatat secara rinci data pertumbuhannya. Sebagian dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke kawasan habitat yang mulai pulih, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi siswa dan masyarakat luas. Saya juga rutin membagikan tulisan di media lokal seperti BabelWow dan Timelines.id untuk menjelaskan manfaat ekologis kura-kura, cara pemeliharaan yang bertanggung jawab, serta bahaya perdagangan satwa liar secara ilegal.

Baca Juga  Pro Kontra Uang Pensiun DPR

Namun jalan pengabdian ini tetap memiliki tantangan besar. Biaya untuk kebutuhan pakan, perawatan kolam, serta pengawasan rutin menjadi tanggungan pribadi. Dukungan nyata dari kampus, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan tokoh masyarakat masih sangat terbatas. Padahal, konservasi tidak dapat berjalan maksimal jika hanya dipikul satu pihak.

Pemerintah daerah diharapkan dapat membuka akses lahan untuk pemulihan ekosistem, menyediakan program pelatihan teknis, serta menindak tegas setiap pelanggaran yang merusak lingkungan dan melakukan perburuan satwa dilindungi. Sementara itu, sekolah dan perguruan tinggi juga perlu lebih aktif memasukkan materi konservasi ke dalam kurikulum pendidikan guna menumbuhkan kepedulian sejak dini.

Pengalaman ini mengajarkan bahwa hobi dapat tumbuh menjadi tanggung jawab yang mulia. Langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan memberikan dampak yang besar di masa mendatang. Menyelamatkan kura-kura sama artinya dengan menjaga ekosistem rawa yang berfungsi sebagai sumber air bersih, penahan banjir, dan penyimpan cadangan karbon. Jika habitat pulih dan populasi bertambah, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Baca Juga  Ekosentrisme Pertambangan Timah di Bangka Belitung: Menyeimbangkan Ekonomi dan Ekologi

Konservasi bukanlah urusan segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita jaga apa yang masih tersisa, agar anak cucu kelak masih bisa menyaksikan kura-kura merayap bebas di rawa-rawa Bangka, dan bukan hanya membacanya sebagai sejarah yang hilang.