Albino Arowana Brazil hidup di Tanah Bangka: Bukti Keberhasilan atau Alarm Konservasi?
Penulis: Aidil Adhayudha — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Koordinator: Dr. Sulvi Purwayantie, S.TP., MP.
Siapa sangka seekor ikan yang berasal dari luar negeri bisa hidup, berkembang, bahkan bernilai puluhan juta rupiah di Bangka Belitung. ikan yang selama ini dikenal sebagai Albino Arowana Brazil sebenarnya bukan nama spesies tersendiri. Nama ilmiah yang digunakan dalam literatur adalah Silver Arowana Osteoglossum bicirrhosum, sedangkan istilah “albino” lebih mengarah pada variasi warna yang muncul karena karakter genetik tertentu dan banyak dikembangkan dalam budidaya ikan hias. Secara alami, spesies ini berasal dari kawasan Amerika Selatan dan tersebar pada sistem Sungai Amazon, Orinoco, serta beberapa daerah aliran sungai di wilayah Guyana. Habitat alaminya berupa perairan tenang, kawasan banjir musiman, dan hutan tergenang.
Ini menjadi salah satu contoh bagaimana manusia mampu mengubah lingkungan agar spesies dari tempat lain tetap bisa bertahan. Tapi di balik cerita keberhasilan budidaya dan harga fantastis itu, ada pertanyaan yang menurut saya cukup mengganggu: apakah kita sedang membangun konservasi, atau hanya sedang mengejar nilai ekonomi
Arwana memang punya daya tarik yang sulit ditolak. Di karenakan memiliki varian warna yang unik, gerakannya tenang tapi berkelas, dan semakin besar ukurannya semakin tinggi juga nilainya. Dari yang awalnya hanya ratusan ribu rupiah, dalam beberapa tahun bisa berubah menjadi aset bernilai puluhan juta. Tidak heran banyak orang tertarik memeliharanya.
Yang menarik, ikan ini sebenarnya bukan berasal dari Bangka Belitung. Tetapi dengan kolam yang dijaga, air yang steril, pakan yang tepat, dan perawatan yang disiplin, ikan ini bisa hidup dengan baik. Artinya, yang membuat Albino Arowana Brazil bertahan bukan karena alam Bangka secara alami cocok, tetapi karena manusia menciptakan lingkungan yang mendukung.
Di titik ini saya mulai berpikir: kalau kita bisa sebegitu serius menjaga ikan dari luar, kenapa perhatian terhadap ikan lokal sering tidak sebesar itu?
