Kisah Devi di Beltim: Dari Lumpur Sawah ke Sekolah Paket C, Kejar Mimpi 40 KM Menuju Bangku Pedidikan

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Raut kebahagian terpancar dari Devi Khusnul Khotimah (20), saat menerima ijazah paket C, Senin (29/6/2026) sore. Ijazah itu adalah buah kerja kerasnya selama ini.

Sejak berusia sembilan tahun, tangan Devi sudah lebih akrab dengan cangkul dan lumpur sawah daripada pena atau bangku sekolah. Setiap pagi hingga petang, ia membantu orang tuanya bekerja di lahan pertanian di Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur.

Kesibukan itu pun membuat langkahnya terhenti di bangku kelas tiga sekolah dasar. Bukan karena tidak ingin belajar, tetapi karena keadaan memaksanya memilih bekerja.

Baca Juga  KKN Unmuh Babel dan Purwokerto Masih Temukan Anak Putus Sekolah di SD Beltim

Namun mimpi untuk mengenyam pendidikan dan memperoleh ilmu tak pernah benar-benar padam. Semangatnya terus menyala.

Sedikit demi sedikit, gadis yang dijuluki ‘CEO’ itu menempuh jalur pendidikan kesetaraan. Ia menyelesaikan Paket A, melanjutkan Paket B, hingga akhirnya menuntaskan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Seroja, Desa Kelubi, Kecamatan Manggar.

Perjuangan itu tidak mudah. Setiap kali mengikuti kegiatan belajar, Devi harus menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer dari rumahnya di Desa Aik Kelik menuju PKBM Seroja.

Jerih payah tersebut akhirnya terbayar. Devi menerima ijazah Paket C secara langsung dari Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Penyerahan ijazah Devi dan kawan-kawan berlangsung pada acara Pelepasan Warga Belajar SPNF SKB dan PKBM se-Kabupaten Beltim di Ruang Pertemuan Ibu Muslimah Dinas Pendidikan.

Baca Juga  Nama Kadis PUPR Beltim Dicatut Orang Tak Dikenal, 3 Kontraktor Ditelepon

Bagi Devi, ijazah itu bukan sekadar selembar kertas validasi. Di baliknya tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, pengorbanan, dan tekad untuk terus belajar meski keadaan tidak berpihak.

Devi mengaku sempat mengenyam pendidikan formal. Namun, ia hanya mampu bertahan hingga kelas tiga SD karena harus membantu orang tua bekerja. Kesempatan kembali belajar datang saat mengetahui adanya program sekolah paket.

“Saya coba daftar. Ternyata sekolah paket sangat membantu karena waktunya lebih fleksibel sehingga saya tetap bisa bekerja membantu orang tua,” kata Devi.

Sejak tahun 2018, anak bungsu dari empat bersaudara ini mengikuti pendidikan kesetaraan secara bertahap hingga akhirnya berhasil menamatkan Paket C tahun ini.

Baca Juga  68 Regu Meriahkan Gerak Jalan Sambut HUT ke-79 RI di Kecamatan Simpang Renggiang