Sajak si Cengeng yang Lupa Menangis
Oleh: Sang Peramu Aksara
Di penghujung harap,
Ku ingin selalu berteduh.
Di rerimbunan semak yang berserak kenangan,
Ku punguti serpihan sepi
Yang tertabur, terhampar duri.
Ruas-ruas perjalanan
Telah kita lompati:
Kadang selamat,
Tak jarang karat tertancap!
Ku ikhlaskan kisah itu
Menjadi cetakan kelam kelabu.
Aku yang tiap hari menahan,
Gaduh riuh tetap bertahan,
Menghantam sisi suram
Gemerlap hitam.
Aku yang tiap detik terusik,
mencobai sepi tak berbisik.
Hanya saat sujud aku berisik.
Halaman
