Namun…
Kesadaran ini menghantuiku,
Menusuk perih untuk bangkit.
Menjambakku pada terang yang sakit!

Kembali aku cumbui petaka;
Menertawai nganga luka,
Menyalami kekejian,
Mencicipi sajian:
Seporsi bangkai yang lezat.

Ah… aku terbiasa binasa!
Panas ganas takkan terasa.
Ya, begitulah aku.
Itulah garisku!

Semua tahu ini pilu.
Mereka paham itu tak lazim.
Dan sekilatan cahaya, sekali lagi memaksa,
Menuntun,
Menunjuki sebuah guratan yang terlihat rapi:
Indah bagimu,
Gerah untukku;
Nikmat untukmu,
Jerat bagiku!

Toboali, 11 Juli 2026

Baca Juga  10 Oktober Waktu Itu