Air mata dan doa jadi saksi
Bahwa cinta ini hanya terbelenggu di atas sajadah
Bahwa rasa ini hanya sebatas mata dan kata

Maka namamu kupahat di atas sajadah
Bukan untuk kupandang dan kumiliki
Tapi untuk kukenang dan kujaga
Sebab melepaskanmu adalah jihad paling perih

Jika takdir memisahkan raga dari raga
Biarlah ruh kita dipertemukan kelak
Di taman abadi tanpa sekat akidah
Di sana, cinta tak perlu izin
Dan rindu tak lagi mengoyak dada