Karya: Sukma Wijaya

Piala Dunia tegak berseri,
Rakyat bermimpi siang dan pagi,
Namun harapan sekadar janji,
Luruh ditelan salah strategi.

Bibit berbakat gugur sendiri,
Pembinaan rapuh saban hari,
Yang dipelihara bukan prestasi,
Melainkan kursi dan gengsi diri.

Dana mengalir deras sekali,
Entah ke mana hilang berlari,
Rumput tak subur, mimpi pun sepi,
Yang menghijau hanya kebun sendiri.

Garuda gagah ingin berlari,
Namun sayap diikat tali besi,
Bukan pemain kurang berani,
Yang kusut ialah tangan pengendali.