Warga Belitung Keluhkan Harga Timah Turun tapi Kawasan Lindung di Desa Gantung Terus Digerus
Warga Belitung Keluhkan Harga Timah Turun tapi Kawasan Lindung di Desa Gantung Terus Digerus
BELITUNG, TIMELINES.ID — Polemik anjloknya harga timah di Kabupaten Belitung Timur kembali memicu tuntutan. Sejumlah kelompok penambang kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan DPRD agar mengambil langkah untuk menaikkan harga timah yang diterima masyarakat.
Aspirasi mengenai kesejahteraan merupakan hak setiap warga negara. Namun, tuntutan tersebut menjadi kontradiktif jika pada saat yang sama aktivitas pertambangannya berlangsung di kawasan hutan lindung yang secara hukum seharusnya dilindungi.
“Di Desa Gantung, aktivitas pertambangan masih ditemukan di kawasan hutan lindung yang berada dalam wilayah kelola LPHD maupun di kawasan pesisir dan ekosistem mangrove. Padahal, kawasan-kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai pelindung wilayah pesisir, penyerap karbon, habitat berbagai biota, serta penyangga kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam,” Kata Perwakilan Kelompok Keramat Ganting, Rahul dalam rilisnya kepada media di Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).
Ia mengatakan yang menjadi perhatian serius adalah aktivitas pertambangan di sejumlah lokasi yang berlangsung secara terbuka dan diketahui oleh masyarakat dalam kurun waktu yang tidak singkat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan, pencegahan, dan penegakan hukum oleh instansi yang memiliki kewenangan.
“Idealnya, dalih “mencari makan” mestinya tidak dapat dijadikan sebagai dasar pembenaran atas aktivitas yang melanggar hukum dan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Hak untuk memperoleh penghidupan yang layak harus berjalan seiring dengan kewajiban menghormati hukum serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
“Tidak ada kepentingan ekonomi yang dapat dibenarkan apabila dibangun di atas perusakan kawasan lindung yang menjadi kepentingan publik,” terang Rahul.

