Oleh: Supriatin, S.E — Aktivis Dakwah Islam

Bicara korupsi di negeri ini tak ada habisnya. Kasus korupsi sebelumnya belum selesai, muncul lagi kasus baru. Dimana hasil penggeledahan bikin geleng-geleng kepala.

Kasus menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Perkara lain menyeret Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani dalam dugaan pemerasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya kasus korupsi melibatkan mantan ketua BGN dan dua wakil kepala BGN yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung.

Sistem Kapitalisme Biang Korupsi

Kapitalisme telah menyebabkan korupsi pejabat di lembaga negara berulang kali terjadi. Hal ini membuktikan bahwa korupsi bukan sekedar kasus kerusakan individual melainkan kerusakan yang sifatnya sistemik.

Dalam sistem kapitalisme, orang yang mau menjadi pejabat negara memerlukan uang yang tidak sedikit karena butuh iklan dan pencitraan. Maka disinilah peran para kapitalis bermain, akhirnya orang yang terpilih sebagai pejabat yang berkuasa akan balas budi dengan cara mengabdi pada para pemodal, akhirnya terciptalah oligarki kekuasaan.

Sistem kapitalisme telah menciptakan lemahnya penegakan hukum terhadap kasus korupsi, hal ini menyebabkan sulitnya korupsi diberantas. Hukuman yang ringan membuat para pelaku tak pernah jera, bahkan korupsi seolah menjadi budaya yang makin populer

Budaya korupsi lahir sebagai dampak paham kapitalisme sekuler yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Paham kapitalisme sekuler adalah faham yang tidak memakai halal-haram dan syariat Islam sebagai landasan hukum dan perundang-undangan, hal ini menyebabkan moral pejabat dan masyarakat rusak. Karena mereka bertindak sesuka hati, menuruti nafsu tanpa rambu-rambu agama.

Islam Punya Solusi