Begini Strategi BP2RD Bangka Barat dalam Mendongkrak PAD
Begini Strategi BP2RD Bangka Barat dalam Mendongkrak PAD
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Bangka Barat (Babar) mengungkap penyebab di balik catatan positif Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester I atau triwulan II hingga Juni 2026 dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Salah satunya ialah dengan melakukan monitoring dan evaluasi PAD setiap bulannya. Kepala BP2RD Babar, Muhammad Ali berujar, strategi pihaknya dalam mendongkrak PAD hingga tembus Rp55,3 miliar pada semester I tahun 2026 dengan membahas masing-masing item yang menjadi penyumbang PAD.
Baik itu dari sisi pajak daerah dan juga retribusi daerah. Mulai dari Sekda, Asisten hingga seluruh OPD akan diundang dan duduk bersama dengan dihadiri Bupati untuk membahas apa yang menjadi kendala pada setiap item pendapatan di lapangan.
“Semuanya kita libatkan untuk mencari, menyelesaikan kendala yang ada di OPD selaku pengelola pajak dan retribusi daerah. Setiap kendala-kendala itu kami selesaikan satu per satu, setelah itu alhamdulillah sampai hari ini meningkat,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Sesuai arahan Bupati Markus melalui Pj Sekda Abimanyu, pihaknya saat ini fokus terhadap optimalisasi terlebih dahulu, bukan peningkatan. Terlebih, saat ini kondisi ekonomi tengah lesu sehingga pengusaha besar dan warga mampu menjadi sasaran untuk menambah pendapatan daerah.
“Jadi, sebisa mungkin kita tidak akan memberatkan masyarakat kecil, tetapi pajak ini sifatnya wajib. Tidak seperti retribusi, makanya kami juga mengejar target PBB-P2 dan PBB-P3, pusat yang dapatnya. PBB-P3 ini sektor pertanian, pertambangan dan perkebunan,” kata dia.

