Trauma
Oleh: Darus Altin — Akademisi Universitas Bangka Belitung
Serpihan-serpihan lempeng pulau kami telah tersebar ke seluruh dunia.
Pulau kami seperti tidak seimbang.
Bergoyang dan bergejolak.
Terra kami seperti terbelah.
Mungkin lempengnya hilang hampir setengah.
Rumah kami seperti miring sebelah.
Penghuninya bak lebah bertebaran.
Seperti sarang lebah yang terurai.
Bingung mencari sarang baru.
Kami trauma..
Pulau kami pulau kaya.
Namun sebagian tidak menikmatinya.
Mungkin sebagian lempengnya hilang lebih dari setengah.
Padahal lempengnya adalah plakat dunia.
Namun tidak menjadi plakat penghuni Pulaunya.
Kami trauma..
Plakat kami dihargai dunia.
Namun seperti tidak berharga.
Halaman

