Transaksi Timah Tembus Rp4 Triliun di Agustus 2026, JFX Perkuat Fondasi Menuju BMKS

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Jakarta Futures Exchange (JFX) mencatat aktivitas perdagangan timah saat ini meraih kinerja positif di sepanjang Agustus 2026, dengan volume perdagangan timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot dan nilai transaksi sekitar Rp4,06 triliun.

“Aktivitas tertinggi tercatat pada 23–29 Agustus dengan volume 1.405 lot senilai Rp1,34 triliun. Capaian tersebut melanjutkan perkembangan pasar fisik timah yang telah dibangun melalui
bursa sejak 2019,” kata Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya dalam rilisnya kepada media di Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan dalam lima tahun pertama penyelenggaraannya, lebih dari 95% transaksi timah nasional telah tercatat melalui JFX. Perdagangan melalui bursa juga telah melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif, termasuk pembeli dari berbagai negara.

Pada pekan terakhir Agustus, aktivitas perdagangan timah meningkat di tengah koreksi harga. Volume transaksi pada 23–29 Agustus mencapai 1.405 lot, naik 65,29% dibandingkan 850 lot pada pekan sebelumnya.

Nilai transaksi meningkat 62,76%, dari Rp824,35 miliar menjadi Rp1,34 triliun. Pada periode yang sama, harga rata-rata transaksi timah di JFX terkoreksi 1,54%, sejalan dengan harga rata-rata Tin Ingot di London Metal Exchange (LME) yang turun sekitar 1,20% dari USD55.891 menjadi USD55.223 per ton.

“Selain timah, aktivitas perdagangan komoditas multilateral di JFX tetap terjaga sepanjang Agustus,” ujarnya.

Tercatat pada periode 1–29 Agustus 2026, total volume transaksi multilateral sekitar 105.686 lot dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp22,09 triliun. Olein menjadi salah satu kontributor utama dengan volume transaksi mencapai 77.533 lot dan nilai transaksi sekitar Rp8,64 triliun sepanjang periode tersebut.

Pada pekan terakhir Agustus, harga rata-rata transaksi Olein di JFX meningkat 3,39% dibandingkan pekan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan harga acuan FPOL Bursa Malaysia Derivatives (BMD) sekitar 4,51%, dari USD 1.175 menjadi USD1.228 per ton.

Sementara itu, perdagangan emas digital on-exchange mengalami peningkatan aktivitas pada 23–29 Agustus. Volume transaksi meningkat 191,25% di bandingkan pekan sebelumnya, dari 0,80 menjadi 2,33, sedangkan nilai transaksi meningkat 195,14%, dari sekitar Rp2,02 juta menjadi Rp5,97 juta.

“Perbedaan pergerakan transaksi dan harga pada masing-masing komoditas menunjukkan karakter pasar yang berbeda-beda,” ujarnya.

Menurut Kanca, pengalaman JFX mengembangkan perdagangan berbagai komoditas dapat menjadi modal dalam menentukan mekanisme yang sesuai untuk setiap komoditas yang nantinya dikembangkan melalui Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).