Komedi Tragedi
Di sisi lain, tak jauh dari hidung kita,
para penjilat terlihat khusyuk menjulurkan lidah:
mencuci bersih kotoran dengan ludah,
berharap takhta tipuan dunia.
Ibu-ibu berangsur mengeluh berjamaah,
memadu ghibah tentang suami yang kian susah
memberi nafkah selayaknya manusia lumrah.
Anak-anak yang terlena
pada setan yang berwujud gawai:
lupa ilmu, sujud pun lalai.
Duhai Sang Maha Tahu…
silang sengkarut ini begitu pelik!
Carut-marut menyeluruh sampai ke kampung terjauh.
Harapku,
semoga negeri ini bertahan utuh,
sampai kelak anak-cucu kita
tetap tersenyum menjalani hidupnya…
tak akan murung mendengar kisah kita!
Ya… kita…
Kita yang konyol,
kita yang pelik,
kita yang salah…
kita yang kalah!
Berternak kebodohan
sampai beranak-pinak,
tak mengerti ujung dan pangkal,
tanpa tahu kapan mengawali,
tanpa paham cara mengakhiri.
Terkunci.
Mati.
Sebelum mati…
Toboali, 6 September 2026
Sang Peramu Aksara
Agus Bachtiar K.

