Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Yudi. Ia berharap besar aktivitas pertambangan ini kembali berjalan seperti sebelumnya. Dengan begitu, ekonomi masyarakat dapat kembali stabil sembari membangun masjid untuk kenyamanan masyarakat banyak dalam beribadah

“Pada dasarnya kegiatan ini disetop itu kami duga ada oknum-oknum wartawan yang mau memecah belah antara masyarakat dengan APH. Dia ingin mengambil timah di sini, dengan dibackup salah satu smelter swasta yang ada di Bangka Belitung ini,” ungkapnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso membenarkan adanya kegiatan penertiban aktivitas tambang di DAS Dusun Kampak tersebut. Dalam kesempatan itu, Polsek Jebus yang dipimpin AKP Candra Wijaya didampingi tim kepolisian dari Pangkalan Sandar Polairud Polda Babel wilayah Jebus juga memberikan imbauan agar masyarakat menghentikan aktivitas penambangan.

“Menindaklanjuti pemberitaan di beberapa media online atau sosial, tindak lanjutnya Kapolsek Jebus tadi sama-sama kita dengar beberapa imbauan terhadap aktivitas pertambangan yang ada di Sungai Kampak. Kami harap warga di sini mematuhi yang disampaikan oleh Pak Kapolsek,” katanya.

“Sehingga antara masyarakat dengan pihak kepolisian ini kami harapkan tidak terjadi gesekan dan benturan yang sifatnya berseberangan. Tadi sudah sangat jelas dijelaskan Pak Kapolsek, kami harap dengan adanya kedatangan kami di sini oleh Pak Kapolsek tadi aktivitas di sini untuk saat ini dihentikan dulu,” ujarnya.

Polres Bangka Barat juga siap menindaklanjuti beberapa aspirasi dari masyarakat tentang harapan adanya regulasi yang jelas terkait aktivitas penambangan ini. Secara berjenjang, aspirasi ini akan diteruskan dan dilaporkan kepada pimpinan.