Oleh: Sang Peramu Aksara

Kala ini, tak lagi jelas:
Mana yang ikhlas?
Siapa yang culas?
Terlihat sama, sebelas dua belas!

Waktu ke masa, berbatas musim;
Tak lagi kentara: alim dan lalim!
Bagai begawan yang salah bermukim,
Dungu dan cerdas, menjilat takzim.

Semua gedibal tunduk, menurut;
Pemimpin dunia, dahi berkerut.
Negeri kaya, tapi… semrawut!
Rakyatnya terhina, bagai cecurut!

Bicara lantang, nyaring bergaung,
Isinya kosong, penonton murung!
Para asisten bagai terkurung,
Narasi liar tak pernah terbendung.