Komika Penyaji Luka
Tahanlah kata, meski sejenak…
Kuyakin, suasana kan lebih enak.
Biarkan telinga ini berhenti pekak,
Kami pun nyaman, beranak pinak.
Rumah sakit penuh kini;
Rerata mengeluh hipertensi!
Sesaat mendengar kau bernarasi…
Pasien kritis pun, cepat mati!
Mikrofonmu bagai pedang:
Tombol digeser, penyaksi tegang!
Apa gerangan yang kan terbilang?
Baiknya tuli, daripada terngiang!
Ini sepotong kisah jenaka,
Dari kumpulan cerita duka:
Si miskin berebut sampah sang kaya…
Dari negeri yang katanya: MERDEKA!
Toboali, 12 September 2026
Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K.)
Halaman
1 2

